Gugus Tugas KLA Perlu Di Perkuat

SAMARINDA—– Mewujudkan Kota layak Anak (KLA) butuh komitmen yang kuat semua stakeholder yang dimulai dari membuat perencanaan pelaksanaan kebijakan dengan melaksanakan analisis kebutuhan, menetapkan target indikator dan menyusun rencana aksi daerah. Hal tersebut diungkapkan Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Sa’duddin pada acara Pelatihan Gugus Tugas Kabupaten/ Kota Layak Anak Berbasis Pengarustamaan Hak Anak se Kaltim  Tahun 2019, di Hotel Grand Victoria Samarinda, Selasa (13/8)

Menurutnya, untuk menjadi KLA, dibutuhkan proses yang panjang dan kerja keras Pemerintah bersama masyarakat dan dunia usaha secara terintegrasi, terencana dan menyeluruh. Menjadi KLA berarti memenuhi seluruh indikator KLA yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI No.12/2011. Pada kenyataannya, sampai saat ini memang baru ada 2 kota di Indonesia berstatus KLA yaitu Surakarta dan Surabaya.

Pada tahun 2010, Provinsi Kalimantan Timur ditunjuk dan ditetapkan sebagai salah satu Provinsi Pengembang Kab/ Kota Layak Anak dari 10 Provinsi yang di Indonesia oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Kemudian pada perkembangannya sampai dengan pertengahan tahun 2019 capaian Pengembangan KLA Provinsi Kaltim telah mencapai 80 persen dan telah ditetapkan sebagai Provinsi Penggerak KLA oleh Menteri PP dan PA Republik Indonesia pada tahun 2017.

“Sebuah KLA  harus mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan. Semuanya terimplementasi dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak,”sebutnya

Ditempat yang sama Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DKP3A Kaltim, Noer Adenan mengatakan gugus mempunyai tugas untuk mengkordinasikan dan menyinkronkan penyusunan rencana aksi daerah KLA. Untuk mendorong peran aktif dari gugus tugas Kota Layak Anak (KLA) di Provinsi perlu dilakukan upaya peningkatan kapasitas kelembagaan gugus tugas melalui penyusunan rencana aksi daerah KLA. (diskominfo/ris)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 × one =