Pembangunan Ekonomi Hijau Jadi Target Program FCPC

Tenggarong – Pelaksanaan program penurunan emisi karbon berbayar Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) Carbon Fund disebut bukan menutup aktifitas perekenomian berbasis lahan.
“Bukan tidak boleh melakukan pembukaan areal hutan sama sekali. Silahkan beraktifitas dan mengelola areal hutannya. Tapi tetap menjaga kawasan hutan untuk mendukung program penurunan emisi berbasis lahan,” ujar Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltim, Ir. Nazrin pada Sosialisasi dan Konsultasi Kegiatan Kampung Iklim+ dalam rangka Program FCPF Carbon Fund Regional Kukar dan Kutim, di Hotel Gran Fatma Tenggarong, Kamis (18/7).
Menurutnya, konsep pelaksanaan program FCPF Carbon Fund adalah melaksanakan pembangunan dengan menjaga 30 persen areal kawasan hutannya. Kegiatan ekonomi diperkenankan maksimal menggunakan kawasan hutannya sebesar 70 persen. Target pelaksanaan program FCPF Carbon Fund bagaimana pembangunan yang dilakukan merupakan pembangunan ekonomi hijau.
“Sesuai dengan visi pembangunan green ecomoni atau konsep ekonomi hijau. Artinya semua industri dan kegiatan arahnya adalah pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan,” tambahnya.
Terkait Program FCPF Carbon Fund, Nazrin menyebut Kaltim merupakan salah satu provinsi yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bank Dunia pada 2015 sebagai pilot projet terkait iklim hingga akhirnya melaksanakan Program FCPF Carbon Fund.
Sosialisasi dibuka Bupati Kukar melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Wicaksono Subagyo. Hadir Sekrtaris DPMPD Kaltim Surono beserta jajaran, dan OPD terkait lingkup Provinsi dan Kabuparen Kukar dan Kutim, serta mitra pembangunan terkait.(Diskominfo/dir)
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 17 =