Bupati/Walikota Diharap Terus Bekerja dan Berkarya Untuk Pembangunan

SAMARINDA – Sebanyak 50 panji keberhasilan pembangunan diberikan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak kepada Bupati/Walikota se Kaltim yang dianggap berhasil melaksanakan pembangunan di daerahnya masing-masing.

Panji keberhasilan diserahkan gubernur kepada bupati/walikota se Kaltim selaku Inspektur Upacara Peringatan HUT Pemprov Kaltim ke 60, di Stadion Madya Sempaja Samarinda, Senin (9/1). Penyerahan juga disaksikan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X beserta Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu Hemas.

Dikatakan Gubernur Faroek, panji keberhasilan pembangunan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja pembangunan kabupaten/kota, khususnya keberhasilan melaksanakan pembangunan sesuai kriteria yang ditetapkan.

“Panji diberikan karena kabupaten/kota dinilai berhasil melaksanakan pembangunan di daerah masing – masing. Karenanya kita berharap bupati walikota terus bekerja dan berkarya untuk pembangunan mendatang yang lebih baik,” ujar Gubernur Faroek.

Panji keberhasilan diharap menjadi penyemangat bupati/walikota untuk terus membangun daerahnya semakin baik ke depan. Sebagai contoh, pembangunan kawasan perbatasan yang diharapkan mampu menghadirkan kebutuhan dasar masyarakat dan meningkatkan pelayanan publik.

“Pemerintah sedang mengupayakan harga kebutuhan pokok di perbatasan sama dengan di perkoraaan agar masyarakat bisa menikmati kesejahterannya. Ini selah satu yang harus diwujudkan bupatinya,” sebutnya.

Disisi lain, ia mengajak bupati/walikota beserta seluruh pemangku kepentingan terkait mendukung pelaksanaan pembangunan Kaltim secara keseluruhan. Upaya dan perencanaaan yang dilakukan disebut tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan semua.

“Dengan kerendahan hati saya memohon dukungaan semua pihak. Semua diajak terlibat dalam pembangunan. Termasuk dalam meningkatkan persatuan dan kesatuan dengan menghindari fitnah, maupun gerakan radikal yang bernuansa politik dan sara yang diperkirakan dapat memecah belah persatuan dan menjadi ancaman disintegragsi bangsa,” serunya.

Adapun panji keberhasilan dimasud Walikota Balikpapan memperoleh 17 panji keberhasilan, yakni pencegahan dan pemberantasan korupsi, prestasi penyelenggaraan diklat aparatur, keberhasilan pengelolaan e-gov, industri, perdagagang, PTSP, daya saing daerah, serta pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba.

Kemudian panji keberhasilan bidang perhubungan, apresiasi bunda PAUD, kesehatan, perpustakaan dan minat baca, penyelenggaraaan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, ketenaga kerjaan, tim penggerak PKK beprestasi, lingkungan hidup, dan penaggulangan kemiskinan.

Selanjutnya Bupati Kukar mendapat sembilan panji keberhasilan, yakni kinerja penyelenggaraan pemerintahan kategori kabupaten, pembangunan katahanan pangan, pelayanan admistrasi terpadu kecamatan, kepemudaan, keolahragaan, pembinaaan dan penyelenggraan pemerintahan kelurahan, gerakan pramuka, kebudayaan kategori kabupaten, serta stabilitas keamanan kabupaten/kota.

Bupati Berau dapat tujuh panji keberhasilan, yakni tanaman pangan, pembangunan peternakan, kelautan dan perikanan, pembinaaan dan penyelenggaraan pemerintahan desa, tata kelola kearsipan, pariwisata kategori kabupaten, dan kehutanan.

Walikota Samarinda enam panji, yakni pembangunan hukum dan HAM, kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah kategori kota, prog kependudukan KB dan pembangunan keluarga, kesra, penyelenggaraaan penanggulangan daerah, serta pariwisata kategori kota.

Sedangkan Walikota Bontang empat panji keberhasilan, yakni teterbukan informasi publik, pendidikan, penyelenggaraan penataan ruang, serta kebudayaan kategori kota,

Bupati Kubar dua panji keberhasilan, yakni dekranasda dan pengelolaan keuangan daerah. Bupati Paser dua panji keberhasilan, yakni koperasi dan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Selebihnya, Bupati Kutim satu panji keberhasilan bidang perkebunan, Bupati PPU satu panji keberhailan bidang pengembangan iptek dan inovasi, serta Bupati Mahulu satu panji keberhasilan bidang peningkatan pelayanan publik daerah pedalaman dan terpencil.(diskominfo kaltim/arf)

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × two =